Senin, 23 Maret 2015

HIPERTENSI



HIPERTENSI
Episode I

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat malam, buat kalian yang suka baca artikel kesehatan.
Sebagai seorang farmasis kita juga harus mengenal dengan baik dan benar mengenai penyakit yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia dan kali ini saya akan membahas mengenai Hipertensi dari beberapa buku yang saya baca saat ini.

Mengenal lebih dekat hipertensi
Hipertensi dikaitkan dengan masalah gizi di indonesia dan di negara berkembang yang umumnya didominasi oeh adanya KEP (Kurang Energi Protein), masalah anemia besi, kekurangan yodium, kurang vitamin A, dan obesitas. Pola makan yang baik, pemilihan makanan yang baik,pola hiduup, kandungan gizi yang mencukupi harus terpenuhi dan apabila tidak terpenuhi menjadikan masalah gizi.
Perubahan pola makan kearah makanan siap saji yang banyak mengandung lemak, kadar garam tinggi, protein dan sedikit serat menjadikan salah satu faktor pencetus adanya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, kanker, osteoporosis,dan hipertensi.

Apa sih hipertensi ?
Tekanan darah adalah kekuatan yang digunakan oleh darah yang bersirkulasi pada dinding dari pembuluh-pembuluh darah, dan merupakan satu dari tanda vital yang utama dari kehidupan yang termasuk detak jantung, kecepatan pernafasan, dan temperatur. Tekanan darah dihasilkan oleh pompa jantung kedarah ke dalam arteri dan diatur oleh respon oleh arteri pada aliran darah.
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik dan diastoliknya meningkat lebih dari normal 120/80 mmHg. Hipertensi secara persisten penyebabnya mungkin tidak diketahui atau disebabkan oleh penyakit lain.

Gimana sih, kok bisa terjadi hipertensi ?
Hipertensi ini terjadi dari pusat vasomotoy bermula jaras saraf simpatis yang berlanjut kebawah kekorda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Terus rangsangan pusat vasomotor diteruskan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskan noreepineprin mengakibatkan kontriksi pembuluh darah. Gitu ceritanya...
Batasannya kalo tekanan darah sistolik (TS) itu 90-120 mmHg, kalo tekanan darah diastolik (TD) 60-80 mmHg. Dapat kita simpulkan apabila hasil pemeriksaan lebih dari batasan maka dapat dikatan sebagai hipertensi dan sebaliknya.

Pernahkah merasakan hipertensi ?
Gejala klinis yang ditimbulkan hipertensi seperti : sakit kepala, gelisah, jantung berdebar- debar, pusing, penglihatan kabur, sakit atau sesak didada, mudah lelah, dll.
Hipertensi ini juga dapat meningkatkan resiko penyakit yang lain, diantaranya : penyakit jantung, ginjal, arteriosklerosis / arterosklerosis, kerusakan mata dan stroke.

Semoga apa yang saya ketik disini bisa dibaca dan menjadikan ilmu tambahan lebih dan bermanfaat untuk pembaca dan lebih baik untuk kita sampaikan kepada yang lainnya.

Waallahualam Bishowab

Billahi Fi Sabilil Haq Fastabikul Khoirot

Wassalamualaikum Wr. Wb.





Daftar pustaka
AS, Muhammadun. 2010. Hidup Bersama Hipertensi. Jogjakarta: In-Books

Tidak ada komentar:

Posting Komentar