HIPERTENSI
Episode
I
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam, buat
kalian yang suka baca artikel kesehatan.
Sebagai seorang
farmasis kita juga harus mengenal dengan baik dan benar mengenai penyakit yang
prevalensinya cukup tinggi di Indonesia dan kali ini saya akan membahas
mengenai Hipertensi dari beberapa buku yang saya baca saat ini.
Mengenal lebih dekat
hipertensi
Hipertensi dikaitkan
dengan masalah gizi di indonesia dan di negara berkembang yang umumnya
didominasi oeh adanya KEP (Kurang Energi
Protein), masalah anemia besi, kekurangan yodium, kurang vitamin A, dan
obesitas. Pola makan yang baik, pemilihan makanan yang baik,pola hiduup,
kandungan gizi yang mencukupi harus terpenuhi dan apabila tidak terpenuhi
menjadikan masalah gizi.
Perubahan pola makan
kearah makanan siap saji yang banyak mengandung lemak, kadar garam tinggi,
protein dan sedikit serat menjadikan salah satu faktor pencetus adanya penyakit
degeneratif seperti jantung, diabetes, kanker, osteoporosis,dan hipertensi.
Apa sih hipertensi ?
Tekanan darah adalah
kekuatan yang digunakan oleh darah yang bersirkulasi pada dinding dari
pembuluh-pembuluh darah, dan merupakan satu dari tanda vital yang utama dari
kehidupan yang termasuk detak jantung, kecepatan pernafasan, dan temperatur.
Tekanan darah dihasilkan oleh pompa jantung kedarah ke dalam arteri dan diatur
oleh respon oleh arteri pada aliran darah.
Hipertensi merupakan
suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik dan diastoliknya meningkat lebih
dari normal 120/80 mmHg. Hipertensi secara persisten penyebabnya mungkin tidak
diketahui atau disebabkan oleh penyakit lain.
Gimana sih, kok bisa
terjadi hipertensi ?
Hipertensi ini terjadi
dari pusat vasomotoy bermula jaras saraf simpatis yang berlanjut kebawah
kekorda spinalis dan keluar dari kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di
toraks dan abdomen. Terus rangsangan pusat vasomotor diteruskan dalam bentuk
impuls yang bergerak kebawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada
titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin yang akan merangsang
serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskan
noreepineprin mengakibatkan kontriksi pembuluh darah. Gitu ceritanya...
Batasannya kalo tekanan
darah sistolik (TS) itu 90-120 mmHg, kalo tekanan darah diastolik (TD) 60-80
mmHg. Dapat kita simpulkan apabila hasil pemeriksaan lebih dari batasan maka
dapat dikatan sebagai hipertensi dan sebaliknya.
Pernahkah merasakan
hipertensi ?
Gejala klinis yang
ditimbulkan hipertensi seperti : sakit kepala, gelisah, jantung berdebar- debar,
pusing, penglihatan kabur, sakit atau sesak didada, mudah lelah, dll.
Hipertensi ini juga
dapat meningkatkan resiko penyakit yang lain, diantaranya : penyakit jantung,
ginjal, arteriosklerosis / arterosklerosis, kerusakan mata dan stroke.
Semoga apa yang saya
ketik disini bisa dibaca dan menjadikan ilmu tambahan lebih dan bermanfaat
untuk pembaca dan lebih baik untuk kita sampaikan kepada yang lainnya.
Waallahualam Bishowab
Billahi Fi Sabilil Haq
Fastabikul Khoirot
Wassalamualaikum Wr.
Wb.
Daftar pustaka
AS, Muhammadun. 2010.
Hidup Bersama Hipertensi. Jogjakarta: In-Books